Seminar Open Source dan e-Government

IMG_20151111_144337(Rabu, 11 Nop 2015) Implementasi yang merata terhadap e-Government di dalam pemerintahan di Indonesia masih menemui banyak tantangan dan hambatan. Salah satu yang menjadi tatangan terbesarnya adalah pemanfaat teknologi. DR Bobby Nazief selaku Staf Khusus Menteri Keuangan RI Bidang Teknologi Informasi menjelaskan bahwa pengguna dan korporat mempunyai harapan yang besar terhadap komunitas dan penyedia jasa Open Source.

Data data dari berbagai sumber menyebutkan bahwa pertumbuhan dan proyeksi yang akan datang terhadap teknologi Open Source meningkat cukup signifikan.

Berikut salah satu survei nya:

**2014 Future of Open Source Survey Results by Black Duck and North Bridge
• Cloud/Virtualization: 63%
• Content Management: 57%
• Mobile: 53%
• Security: 51%

Peran penting Open Source dalam implementasi e-Government

Open Source memungkinkan para penggunanya untuk mempergunakan dan mengembangkan seluruh fitur software-nya tanpa batas, hal tersebut memberikan keuntungan lebih besar dalam perkembangan teknologi yang lebih baik.

Open Source juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk menggunakan software-nya secara gratis, hal ini memungkinkan bagi pengguna untuk lebih mudah mengenal teknologi bagi mereka yang memiliki keterbatasan financial.

IMG_20151111_145313Cloud for e-Government

Seminar kali ini juga mengundang pembicara dari Indonesian Cloud yang di bawakan oleh Yanti Kesumawaty dari IKTII (Ikatan Konsultan Teknologi Informasi Indonesia) yang juga Indonesian Cloud. Beliau menjelaskan peran teknologi Cloud dalam mendukung pembangunan infrastruktur system e-Government.

Sistim dan aplikasi e-Government berbasis Open Source dapat dengan mudah di implementasikan dalam infrastruktur cloud. Dengan cara ini implementasi e-Government akan jauh lebih cepat, hemat serta dengan teknologi yang mutakhir.

Acara seminar Open Source dan e-Government yang di adakan di Gedung Universitas Mercu Buana Menteng ini juga di tutup dengan sebuah demo singkat penggunaan Open Source music mixer. Software ini memungkinkan para musisi dan industri musik dapat menggunakan software mixer tersebut dengan legal.

Ucapan terima kasih juga tidak lupa disampaikan oleh ketua AOSI yaitu Ifik Arifin yang juga berpesan kepada seluruh peserta yang hadir untuk secara bersama-sama menggunakan, mengembangkan, serta mendukung teknologi yang berbasis Open Source.

Leave a Reply

Skip to toolbar