HOME  CERITA-SUKSES  DISTRO  BERITA  PETA DUKUNGAN  PENYEDIA-JASA  GCOS 
   
Betti Alisjahbana
Duta Open Source Indonesia

Lebih dari 20 tahun Betti malang melintang di dunia Teknologi Informasi, baik di Indonesia maupun di kawasan ASEAN dan Asia Selatan. Jabatan terakhirnya, Presiden Direktur PT IBM Indonesia.

Betti kemudian mendirikan dan memimpin QB Creative yang bergerak di Industri Kreatif. QB Headlines, QB Architects dan QB Creative IT adalah 3 bidang bisnis yang digelutinya saat ini.

Pada penutupan IGOS Summit 2 tanggal 28 Mei 2008, bersamaan dengan diumumkannya pembentukan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Betti ditunjuk sebagai Duta Open Source Indonesia. Betti kemudian juga dipilih sebagai Ketua Umum AOSI.

 
  


 
Peran Strategis Open Source Bagi Indonesia  

Oleh : Betti Alisjahbana

Pada acara penutupan IGOS Summit 2 tanggal 28 Mei 2008 yang lalu diumumkan pembentukan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dengan 4 orang formatur : Harry Sufehmi, Teddy Sukardi, Rusmanto dan Sumitro Rustam. AOSI kemudian resmi berdiri pada tanggal 30 Juni 2008.

Didalam proses pembentukannya saya mendapat kepercayaan untuk berperan sebagai Duta Open Source Indonesia dan Ketua Umum AOSI. . Ditengah kesibukan sebagai pengusaha yang sedang membangun bisnis dari awal serta berbagai kegiatan sosial yang saat ini di lakoni, tambahan tanggung jawab sebagai Duta Open Source Indonesia dan Ketua AOSI bukan pekerjaan yang ringan. Akan tetapi tugas itu tanpa pikir panjang saya terima semata-mata karena saya sungguh yakin, open source sangat strategis bagi Indonesia. Open Source adalah harapan bagi kemajuan TI Indonesia.

Open Source Kesempatan Untuk Mengejar Ketinggalan

Open Source mempunyai prinsip semua software dan courseware boleh ditiru, dipergunakan dan diperbaiki oleh siapa saja, demi kebaikan dan percepatan perkembangan budidaya. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, ini sungguh merupakan kesempatan untuk mengejar ketinggalan dari negara-negara maju yang belakangan ini berupaya terus untuk memperpanjang masa berlaku inteletual property right agar mereka bisa terus mempertahankan penguasaan ekonominya.

Dengan open source kita tidak sekedar jadi pengguna, kita medapat source code nya sehingga kita dapat mengembangkannya lebih jauh, membangun kemandirian dan kemampuan menjadi produsen.

Hemat biaya lisensi untuk mengembangkan pendidikan dan inovasi

Beberapa manfaat yang bisa segera diraih dengan memanfaat kan open source ini adalah menghemat pengeluaran TI. Bagi masyarakat umum ini artinya lebih banyak orang yang mampu memanfaat kan TI, karenanya mengurangi kesenjangan digital.

Tidak semua aplikasi memang tersedia versi open sourcenya. Karenanya bisa dimengerti kalau kita membayar lisensi produk proprietary. Akan tetapi, untuk perangkat lunak yang standard dan sudah tersedia versi open souce nya, tentunya lebih tepat bila kita memilih versi open source. Sistem Operasi dan aplikasi perkantoran seperti pengolahan kata, spreadsheet dan pembuatan presentasi telah tersedia dalam versi open source, juga aplikasi standard lainnya. Dalam hal ini buat apa mengeluarkan uang begitu banyak untuk membayar lisensi perangkat lunak proprietary ? Lebih baik dana itu di investasikan untuk pendidikan dan mengembangkan jenis inovasi baru yang mampu menggerakkan bisnis, industri, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat menuju keberhasilan ekonomi dan kemajuan yang lebih besar.

Standard Terbuka

Perangkat lunak Open Source mengadopsi standar terbuka yang telah diakui secara internasional. Standard terbuka ini mendukung lingkungan Internet yang selalu hidup dan terhubung. Standard terbuka membantu memudahkan pertukaran informasi yang cepat, membangun jambatan antara gudang informasi yang satu dengan yang lain, dan memudahkan penambahan fungsi-fungsi baru, selain memperluas nilai sistem TI yang sudah ada. Semua itu bisa dilakukan tanpa tergantung pada teknologi dan sistem operasi yang digunakan. Kita tidak perlu tergantung pada vendor manapun. Akibatnya, perusahaan-perusahaan semakin lincah dan responsif terhadap pelanggan, dan pemerintah akan semakin fleksibel dalam menyediakan layanan kepada rakyatnya.

Beberapa Kendala

Adopsi open source mengalami kemajuan diseluruh dunia, termasuk Indonesia, namun demikian kita belum sepenuhnya memanfaatkan potensi dari open source. Beberapa kendala diantaranya :

    * belum semua peripheral seperti printer, scanner menyediakan driver untuk open source.
    * pendidikan di sekolah-sekolah masih berorientasi pada perangkat lunak proprietary baik dari segi materi pengajaran maupun media pendukungnya (buku, perangkat lunak yang digunakan ).
    * Sistem pengadaan di pemerintahan belum mendukung open source.



Aliansi Open Source Indonesia, Membangun Sinergi Demi Kemajuan TI Indonesia

Dengan dibentuknya Aliansi Open Source Indonesia serta Duta Open Source Indonesia diharapkan terbentuk sinergi yang lebih baik antar komunitas open source untuk bersama-sama mengatasi kendala-kendala yang ada serta mendorong adopsi dan pengembangan aplikasi opensource beserta berbagai jasa pendukung open source. Kita berharap Indonesia bisa mengambil manfaat maksimal dari open source untuk kemajuan TI dan ekonominya.

Salam hangat penuh semangat.

 



Tambah Komentar
 
 Nama
 Email
 Komentar  
Verifikasi Verification Code
 
 


Komentar

  • aji baim  Kamis, 19 November 2009 14:32:01
  • aVa  Ahad, 01 November 2009 12:44:38
  • Awadh Ubaid  Jum'at, 31 Juli 2009 15:36:30
  • wahyu karuna  Sabtu, 06 Juni 2009 08:19:25
  • ardizorro  Jum'at, 05 Juni 2009 14:56:19
  • Tjetjep RB  Sabtu, 02 Mei 2009 06:53:02
  • Seger Hasani  Rabu, 25 Maret 2009 17:29:17
  • Bambang  Selasa, 24 Maret 2009 20:20:14
  • pajrin  Selasa, 16 September 2008 16:08:29
  • pataka  Ahad, 24 Agustus 2008 15:40:06
  • panca  Selasa, 12 Agustus 2008 11:11:22
  • Andy MSE  Senin, 11 Agustus 2008 16:59:04
  • Yoga  Ahad, 27 Juli 2008 09:31:05
  • Daniel Kurnia  Selasa, 15 Juli 2008 09:21:25
  • Endianto  Selasa, 01 Juli 2008 11:13:29
  • Andre Birowo  Rabu, 18 Juni 2008 14:27:18
  • aries setyawan  Rabu, 18 Juni 2008 12:36:50
  • r.m.zulkipli  Sabtu, 14 Juni 2008 06:25:12
  • buceqk  Jum'at, 13 Juni 2008 14:34:06
  • Tjahjokartiko Gondokusumo  Jum'at, 06 Juni 2008 14:06:06
  • Irman Margino  Jum'at, 06 Juni 2008 14:03:58
  • joevan  Rabu, 04 Juni 2008 22:59:57
  • tjetjeprb  Rabu, 04 Juni 2008 09:49:52
  • fajar  Rabu, 04 Juni 2008 09:46:34
  • m.dede  Rabu, 04 Juni 2008 06:25:27
  • Mufti  Selasa, 03 Juni 2008 21:32:26
  • agusr  Selasa, 03 Juni 2008 21:20:49

 

Asosiasi Open Source Indonesia
Jl. Buncit Persada No.1 Jakarta Selatan Indonesia T 62 21 7972204 F 62 21 7945013 E anin@qbheadlines.com